Dibuat Orgamse Oleh Papaku Sendiri


Setelah mama dan papa ku menikah sekitar 20 tahun , mereka hanya di karuniai seorang anak yaitu aku . Aku adalah anak satu - satu nya dan mama ku adlaah seorang perempuan yang di siplin dan keras , sedangkan paap ku kebalikan nya bahkan bisa di katakan bahwa papa berada di bawa kekuasaan mama dan bisa di katakan bahwa mama lah yang lebih berkuasa dan mengatur semua nya dalam rumah tangga. Akan tetapi walaupun mama keras , di luar rumah aku termasuk ABG yang bandel dan sering ganti pacar dan tentunya tanpa ketahuan mama ku.

Namun pada suatu saat , waktu itu aku kelas 3 SMA , mama ku pergi melihat nenek ku yang sakit di desa. Mama akan di desa kurang lebih seminggu dan hati ku bersorak gembir , aku bisa bebas di rumah dan ga akan ada yang maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore kalau papa ya dia selalu kerja hingga tiap hari pulang nya larut malam. Pulang sekolah ku ajak cowok ku kerumah ku , aku udah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan Idris . Akan tetapi hubungan itu tidak pernah - pernah membuatku nikmat , selalu di alkukan secara terburu - buru hingga aku tidak pernah merasakan yang namanya orgasme , dan aku sangat penasaran bagaimana sih nikmat nya ketika orgasme.

Singkat cerita , aku dan Idris udah berada di rumah tengah rumah aku , kami merasa bebas. Waktu masih menunjukkan jam 3 , sedangkan papa ku pulang jam 6 lebih. Jadi kami berdua memiliki banyak waktu untuk memuaskan nafsu kami , kami duduk di sofa. Idris dengan segera melumat bibirku ini , kurasakan hangat nya bibir dia .

"Agghhh.." kurangkul tangan ku ke lehernya , ciuman Idris makin dalam dan sekarang lidah nya yang mempermainkan lidah ku. Tangan nya pun mulai bermain di kedua belahan dada ku. aku sangat terangsang dengan perlakukan itu  aku udah dapat merasakan kalau memek ku sudah basah , segera ku julurkan tangan ku ke perut bawah nya. Aku coba membuka resleting celana nya akan tetapi sulit juga. Dengan segera mungkin Idris membuka nya untuk ku ,  seperti tidak ingin membuang - buang waktu , secara bersamaan aku pun membuka seragam sekolah ku sekaligus BH ku namun tanpa mengalihkan perhatian ku pada Idris , kuliah segera setelah celana dalam Idris terlepas kontol nya sudah sangat tegang dan siap berperang.

Kami berpelukan kembali , sekarang tangan ku dengan bebas memegang kontol nya , tidak begitu besar namun cukup keras dan berdiri dengan kuat nya. Ku elus - elus sejenak kedua jakar nya yang di bungkus kulit sangat lembut dan sungguh menimbulkan sensasi tersendiri ketika ku elus dengan lembut . Kontolnya kemerahan , di ujungnya berlubang , ku buka lubang kecil itu kemudian ku julurkan lidah ku kedalam , Idris mengeluh  ekspresi wajah nya membuatku semakin bernafsu


"Ahhhh..." lalu ku masukan kontol Idris kedalam mulutku ,  dia pun melepaskan celana dalam ku kemudian mempermainkan memek ku dengan jarinya. Terasa sentuhan jari di antara kedua bibir memek ku , dimainkan nya klitoris ku yang membuatku semakin bernafsu . Ku emut kontol nya dan ku jilati kepala kontol nya , sambil tangan ku mempermainkan buah pelernya dengan lembut sesekali ku gigit dengan lembut.

"Sayang ,.... pindah kelantai aja yok biar lebih bebas" ucap Idris.

Tanpa menunggu jawaban ku , Idris langsung menggendongku dan membaringkan ku di lantai dengan di lapsisi karpet tebal dan bersih. Di bukanya juga rok seragam ku yang tinggal satu - satu nya menempel di badan ku dan demikian jgua baju nya ini. Kini aku dan Idris sudah telanjang bulat , aku semakin menyukai suasana seperti ini. Ku tunggu , apa yang akan di lakukan Idris selanjutnya , ternyata Idris naik ke atas tubuh ku dengan posisi terbalik 69. Di buka nya lebar pahaku , selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan - jilatan lidah nya yang panas di permukaan memek ku , bukan itu saja namun klitoris ku di hisap nya dan sesekali lidah nya di tenggelamkan masuk ke dalam memek ku sementara kontol nya masih tetap ku hisap dan aku udah ga bisa menahan nya lagi.

"Driss.. ayo masukin saja " pintaku.

"Sebentar lagi ya sayang." jawab Idris.

"Ahhh,...aku ga tahan lagi nih yank .. masukin aja yank... " mohonku .

Kemudian Idris memutar badan , di gosok - gosokan nya kepala kontol nya sebentar kemudian " bless... " kontol Idris masuk dengan mantap dan ga perlu di olesi ludha untuk memperlancar , memek ku sudah sangat basah. Nikmat sekali , di sodok - sodok nya maju mundur tetapi aku tidak tinggal diam , ku goyang - goyangkan juga pantatku terkadang kaki ku ku lingkarkan ke pinggang Idris.


Tiba -tiba "Ahhh....aku keluar .." di cabutnya kontol nya dan sperma nya berceceran di atas perut ku ," Shit !! sama saja aku beum puas , dia sudah keluar ." gerutuku dalam hati. Namun ku pikir "Ah tidak apa - apa mungkin masih ada babak kedua lagi " tetapi dugaan ku salah , Idris mulai berpakaian.

"Yank ... maaf yah ,,, aku baru ingat kalau hari ini aku harus latihan basket , sudah telat nih" Idris berpakaian dengan buru -buru dan membuatku sangat kecewa.

"Kurang ajar ni anak , dasar egois , memang nya aku lonte cuma memuaskan kamu aja."

Aku sangat kecewa dan berjanji tidak akan berhubungan intim lagi dengan Idris , karena kesal ku biarkan saja dia pergi , aku berbaring di sofa dan tanpa memperdulikan kepergian nya bahkan aku berbaring dengan membelakangi wajahku kuarahkan kesandaran sofa. Lalu ku dengar suara langkah mendekat.

"Ngapain lagi si taik ini balik lagi " pikirku.

Namun aku memasang gaya cuek saja , kurasakan pundakku di colek aku tetap saja cuek.

"Indah ."

Oh ini bukan suara Idris , aku bagai di sambar petir , aku masih dalam keadaan bugil.

"Papah ! " aku benar - benar ketahukan malu dan cemas.

Dasar bedebah, rupanya kamu udah biasa berhubungan sex yaaaa. Jangan membantah. Papah tadi lihat kamu berhubungan sex dengan teman laki-lakimu itu. Biar kamu tau, ini harus dilaporkan sama mamahmu”
Aku semakin ketakukan dan ku peluk lutut papaku.

"Pahh.. jangan ya pah , aku mau di hukum apa saja asal jangan kasih tau ke orang lain terutama pada mama. " aku menangis di hadapan nya.

Tiba - tiba papa mengangkat ku ke atas sofa , ku lihat wajah nya semakin lembut.

"Indah , papa tau kamu ga puas barusan , waktu papa masuk papa dengan suara suara desahan aneh jadi papa jalan pelan - pelan saj dan papa lihat dari balik pintu kami sedang di genjot sama teman - teman laki mu itu jadi papa intip saja sampai siap mainnya "

Aku diam saja dan tidak berkata apa - apa  karena sudah ketakutan.

" Indah , kalau kamu mau papa puasin , maka rahasiamu tidak akan terbongkar." 

"Really ? " 

Papa tidak menjawabnya , namun mulutnya sudah mencium toket ku , di jilatinya permukaan toket ku , di gigitinya perlahan puting susu ku. Sementara tangan nya sudah menjelajahi bagian bawahku yang masih basah dan papa dengan segera membuka baju nya . Langsung semua nya , aku terkejut dan ku lihat konmtol papaku jauh lebih besar dan jauh lebih panjang dari kontol milik Idris dan aku ga tau seberapa panjang ny yang pasti lebih panjang dan lebih besar di bandingkan kontol milik Idris ini.

Lalu didudukkannya aku disofa. Pahaku dibuka papah lebar-lebar. Papah berlutut dihadapanku kemudian kepalanya berada diantara selakanganku. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek kedalam memekku. Aduh, lidah papahku menjilati memekku. Papah menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah keatas berulang-ulang. Kadang hanya clitorisku aja yang dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. “Ooohhhh.. Oooohhh.. Enak...Pah di situ Pah...Enak...Nikmat...Pah,” tanpa sadar, aku gak malu lagi mendesah didepan papahku. Ayah melumat memekku cukup lama. Tiba-tiba, kurasakan nikmat yang sangat dahsyat, yang tak pernah kudapat sebelumnya.


"Oooohhhhh.. jadi begini ini yang namanya orgasme, nikmatnya sungguh terasa” Aku tiba-tiba merasa lemas. Papah mungkin tau kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang senggamaku. Sekarang papah berdiri tepat didepan hidungku, k0ntolnya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, papah berdiri dan aku duduk disofa, kumasukkan k0ntol papahku kedalam mulutku. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulakukan berulang-ulang. Papah ikut menggoyangkan pantatnya, hingga kontol nya kadang masuk terlalu dalam, hingga aku dapat merasakan kepala kontiol nya menyentuh kerongkonganku. Aku kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya kontol papah didalam mulutku. Aku ingin segera papah memasuki vaginaku, namun aku malu memintanya. Vaginaku udah bener-bener ingin merasakan kontol papah yang besar dan panjang itu.

Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala kontol papah dipermukaan vaginaku dan.. “Bleeeeess..” kontol papah masuk kedalam vaginaku. Yang begini yang belum pernah kurasakan. Galuh gak pernah memperlakukanku begini, begitu juga Rangga, cowok yang mengambil perawanku. Namun yang begini ini rasanya selangit. Gak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman kontol papah terasa menggesek seluruh lubang vaginaku, bahkan hantaman kepala kontol papah-pun terasa membentur dasar memekku, yang membuatku merasa makin nikmat. Aku merasakan sodokan papah semakin keras dan semakin cepat. Perasaan yang kudapat-pun semakin lama semakin nikmat. Semakin nikmat, semakin nikmat dan semakin nikmat.



Tiba-tiba, “Aaaauuhhhhh..Ooooohhhh.. Ooohhhh..!” kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Hentakan papah semakin cepat aja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu dicabutnya k0ntol appah dari lubang senggamaku. Dengan gerakan cepat, papah udah berada didepanku. Disodorkannya penisnya kemulutku. Dengan cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dengan cepat. Tiba-tiba aku merasakan semburan lahar panas didalam mulutku. Aku gak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap. Sebagian pejuh papah tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, kemudian jatuh dan meleleh memenuhi daguku. Papah memelukku dan menciumku,
Share:

Perselingkuhan Ini Membuatku Puas Dan Nikmat


Perselingkuhan Ini Membuatku Puas Dan Nikmat - Cerita Seks kali ini situs Cerita69.org akan melanjutkan cerita seks dewasa yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Perselingkuhan Ini Membuatku Puas Dan Nikmat  - ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..
Pengalaman pertama selingkuh dengan wanita lain membuat pikiranku tak tenang. Ditambah lagi kenekatanku saat berhubungan intim aq mengeluarkan pejuhku di dalam kemaluan Fani, aq takut kalau dia sampai hamil, kalau itu sampai terjadi, wahh bakal jadi skandal.

Dan untuk menghilangkan rasa kekhawatiranku serta agar istriku tdk curiga, malam itu aq berhubungan intim dengan istriku. Tapi saat berhubungan intim, aq selalu membayangkan tubuh Fani, gerakan-gerakan erotis, pantatnya yg padat, dan toketnya yg padat montok.
Keesokkan harinya aq menelpon Fani dan menyampaikan rasa kekhawatiranku. Jawaban Fani cukup menenangkan pikiranku.

“Tenang mas, kemarin itu aq pas masa nggak subur, jadi aq biarkan pejuh mas keluar di dalam. Aq juga nggak mau suami dan keluargaku tau tentang perselingkuhan kita. Sungguh itu pengalamanku pertama” Perbincangan kami lanjutkan dengan nada penyesalan, mengapa perselingkuhan itu harus terjadi. Tapi aq dan Fani tdk berani berjanji perselingkuhan itu tak akan terulang kembali.

2 Minggu kemudian, Fani sms, menanyakan aq sibuk atau tdk. Kujawab, ‘buat kamu segala kesibukkan bisa kutinggalkan’. Kemudian Fani ngajak ketemuan di salah satu cafe di mall di Kotaku. Katanya ada yg mau dia omongkan. Langsung aja aq meluncur dengan mobil yaris kesayangan ke mall itu. Setibanya di mall, kuparkirkan mobilku, dan langsung menuju cafe tempat kami janjian tadi. Di cafe itu aq melihat Fani sedang duduk sambil memainkan hp nya.

“Siang ini kamu benar-benar cantik Fan” kataku mengejutkanya.

“Haii, apak kabar mas Hardy Bikin kaget aja, silahkan duduk mas..” jawabnya diiringi dengan senyum manisnya . Aq pun langsung duduk di sampingnya, memesan kopi. Aq langsung tanya pada Fani.

“Katanya ada yg mau di omongin, soal apa sih Fan?

Wajah Fani yg semula semeringah, berubah menjadi sendu, tampak ada beban berat yg sedang dipikulnya. Lalu dia bercerita habis bertengkar dengan mertuanya, karena dia dianggap boros dalam membelanjakan gaji suaminya.

“Aq menitipkan anakku ke kakak iparku, aq mau cari ketengan, karena itu aq hubungi mas Hardy. Aq malas dirumah dalam kondisi mertua masih uring-uringan”

“Ya sudah, sekarang kita mau kemana Fan?” tanyaku

“Terserah mas Hardy saja, yg penting sebelum jam 8 malam aq harus sudah ada di rumah.

Aq berpikir cepat, lalu kuajak Fani jalan ke tempat wisata pegunungan yg sejuk yg letaknya tak jauh dari kotaku. Ditempat itu aq punya Villa. Dia setuju dengan ajakanku, setelah membayar minuman, kami berdua langsung melangkah menuju tempat parkir, dan langsung meluncur menuju kawasan wisata itu.

Di perjalanan aq berpikir keras bagaimana caranya menyuruh keluar Pak Aryo penunggu villaku. Tak mungkin aq membawa wanita lain ke villaku, pasti nanti pak Aryo akan bicara sama istriku. Akhirnya aq putuskan untuk chek-in disalah satu penginapan di daerah wisata itu.

Setibanya di tempat wisata itu, aq mutar-mutar mencari penginapan yg cocok, yg jauh dari villaku. Dan pilihanku jatuh pada villa XXX, tempatnya nyaman, dan kupilih kamar yg paling belakang, agak tersembunyi dengan parkir mobil di bawah, dan kamar di atas.

Begitu kami masuk ke dalam kamar, pintu kamar tdk aq kunci karena penjaga penginapan pasti akan datang lagi mengantarkan minuman yg kami pesan dan perlengkapan mandi.
Begitu pintu kututup, tanpa komando kami berdua langsung berpelukan erat, bibir kami saling berciuman. Benar-benar erat pelukan kami, sampai hampir sesak nafas, seperti sepasang kekasih yg sudah lama tak berjumpa.

“Aq kanget banget sama kamu Mas..” katanya dengan nafas memburu.

“Aq juga Fan.. aq ingin kamu bersamaku selamanya…” jawabku dengan nafas terputus-putus.

“Kita nikah aja yukk” pinta Fani.

“Aq mau.. tapi apa mungkin?” jawabku.

Hampir 10 menit kami berciuman, dengan posisi masih berpelukan kami melangkah kecil, berputar-putar seperti penari salsa. Ciuman dan pelukan kami harus berhenti waktu terdengar suara pintu di ketuk. Fani pun segera duduk di kursi sofa sambil merapikan pakaianya yg agak acak-acakkan. Kubuka pintu itu, dan kubiarkan penjaga penginapan menaruh dua cangkir teh di meja, dan meletakkan perlengkapan mandi di ranjang. Waktu penjaga penginapan pamit, kuselipkan uang 100ribu di sakunya sambil mengucapkan terima kasih. Si penjaga senang sekali mendapat uang tips dariku. Begitu sang penjaga keluar, pintu kamar langsung kututup dan kukunci. Aq pun langsung duduk di sofa, disamping Fani.

“Mumpung masih hangat teh nya,, diminum yukk” kataku, dan Fani langsung mengambil cangkir teh itu, meneguk isinya.

Kuperhatikan caranya minum, sungguh seksi bibirnya. Aq lihat begitu, Fani tersenyum, senyumnya sungguh manis, yg membuat nafsuku menggelora. Kurapatkan tubuhku ke tubuh Fani.

Saat Fani meneguk tehnya lagi, segera kutarik tanganya, dan langsung kucium bibirnya yg masih penuh dengan air teh. Akibat lumatan bibirku itu, teh yg ada di mulut Fani sedikit tumpah keluar, dan sebagian masuk di mulutku.

Kubuka mulutnya dengan lidahku, sampai air teh itu berpindah semua ke mulutku. Dari mulutku kembali kudorong kemulut Fani, begitu bergantian. Hmm ciuman yg mengasyikkan, yg pernah aq impikan tapi baru kali ini bisa aq lakukan.

Setelah beberapa kali saling tukar air teh yg bercampur dengan ludah kami berdua, akhirnya teh yg ada di mulut kami habis. Kini aq yg minum teh dengan porsi yg lebih banyak, kami pun berciuman lagi, saling dorong air teh ke mulut kami masing-masing. Tak terdengar desahan yg keluar, karena mulut kami penuh dengan air teh. Setelah air teh kedua itu habis dari mulut kami, Fani menarik mulutnya.

“Gilaa.. darimana mas Hardy dapat ide ciuman yg model gitu, nikmat sekali mas, sungguh mengasyikkan” katanya dengan nafas memburu.

Memang ciuman dengan model seperti itu membuat nafas kita jadi ngos-ngossan karena harus menjaga minuman agar tdk banyak yg keluar dari mulut.

“Aq sering membayangkan berhubungan intim dengan berbagai cara, yg romantis dan lembut, termasuk cara berciuman tadi” jawabku

Kemudian aq bangkit dan kurain tanganya, kemi berdiri saling berhadapan, merapatkan tubuh kami, dan kembali berciuman.

“Fantasi apa lagi yg mau mas terapkan?” tanya Fani penasaran.

Tanpa menjawab pertanyaanya, langsung kudorong tubuh Fani ke meja rias yg cerminya besar. Di depan meja rias itu, tubuhku menghadap ke cermin dan tubuh Fani membelakanginya.

“Aq ingin kita menari, dan tarian kita bisa lihat dari cermin itu” kataku sambil melucuti baju dan celananya.

Fani memahami maksudku, Fani juga melucuti baju dan celanaku, termasuk CD ku. Sekarang kami berdua dalam kondisi Bugil. Batang penisku yg sudah mengeras menempel di perut Fani, dan biji pelernya menempel di rambut kemaluannya yg tertata rapi.

Ada sensasi luar biasa saat biji pelerku kegesek-gesek rambut kemaluanya. Dari cermin kulihat pantat Fani,, Oowwhhh pantat itu benar-benar mebangkitkan nafsuku.

Kuciumi lembut bibir Fani dan Fani membalas dengan cara yg sama, sedangkan tanganku meremas-remas pantat Fani, sesekali tanganku mengelus punggungnya.
Tangan Fani juga meraba pantatku, sesekali rabaanya menajngkau biji pelerku. Sambil berpelukan, saling cium, saling raba, tubuh kami berdua bergerak ke kanan dan kiri. Sesekali kami berbalik posisi, sehingga Fani ganti yg melihat tubuhku dari cermin.

Perut Fani pun mulai basah dengan cairan penisku yg terus menetes, dan gesekan-gesekkannya membuat penisku benrdenyut. Dantanganku mulai merayap, membelah pantat Fani, mengikuti lekuk-lekukknya, sampai ke anus, dan terus turun ke kemaluannya.

Kurasakan kemaluanya sudah basah. Payudaranya yg besar. dan puting susunya yg sudah mengeras semakin denyut penisku bertambah kencang. Tubuh kami mulai di penuhi peluh, dan peluh itu semakin membuat nikmat, karena penisku bisa lebih leluasa bergerak di tubuh Fani.
Setelah beberapa lama kami berciuman, masih dengan berpelukkan, kubaringkan tubuh Fani ke ranjang. Karena posisi berpelukan, maka tubuhku menindih tubuh Fani. Tanganku beralih ke depan, meremas-remas payudaranya dan memilin-milin puting susunya.

Sedangkan mulutku menghisap payudaranya yg satunya. Kumainkan lidahku di puting susunya, sesekali menjilati seluruh payudaranya yg membuat Fani geli kenikmatan. Fani cuma bisa mendesah dan menarik-narik rambutku.
Permainan bibirku terus turun, dari payudara ke perut, sedang kedua tanganku meremas-remas payudaranya.

“Ogghhh masshh.. nikmaatttt maasss… ohhhh.. terussshhhh” racaunya.

Kulihat matanya sayu, tanda sudah horny berat. Tapi aq masih ingin berlama-lama memainkan tubuh Fani yg indah, putih mulus dan menggairahkan ini.

Kini bibirku bermain di paha Fani, kuciumi pahanya bergantian, kanan dan kiri. Kujilati lipatan pahanya sampai ke selangkanganya. Terus jilatan lidahku turun ke betis. Tanganku kini mengelus-elus rambut kemaluannya.

Fani semakin mengglepar-glepar mendapat perlakuan seperti itu. Kemudian jilatan lidahku naik lagi ke atas, tanganku membuka lebar paha Fani, hingga kemaluannya yg merah dan basah terkuak.

Klitorisnya kumainkan dengan lidahku. Fani merintih kecil,

“Owgghhh nikmat masss terusssss masss” rintihnya semakin mebuatku bergairah.

Semakin liar lidahku memainkan kemaluanya. Kusapu seluruh kemaluannya dengan lidahku, kugigit-gigit pelan klitorisnya. Fani semakin membuka lebih lebar pahanya. Dan memberi kesempatan tanganku untuk meremas payudaranya. Peluhnya semakin deras, cahaya lampu neon membuat tubuhnya yg putih mulus semakin bersinar.

Fani bertambah kencang menggelinjang kekanan dan kekiri. Tanganya menekan kuat kepalaku agar semakin rapat di kemaluannya. Dan kali ini jilatanku bukan cuma di kemaluannya, tapi juga ke lubang pantatnya.

“Maassshhh Hardyyyy aakuuuuhhh maauuuuu keluaarrrr” desah Fani.

Mendengar desahan Fani, langsung saja kumasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluanya. Pantat Fani terjingkat ke atas, dan dalam waktu yg bersamaan keluar lendir hangat dar dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku.

Fani semakin kencang menarik rambutku, dan tubuhnya bergetar hebat, pahanya menjepit kepalaku. Kubiarkan beberapa saat lidahku di dalam lubang kemaluan Fani, sampai lendir hangat itu habis kuhisap.
Tak lama kemudian, tubuh Fani semakin lemas, jepitan pahanya di kepalaku sudah mengendur. Aq langsung bangkit, dan tidur di sebelah Fani. Fani segera menciumiku dengan buas.

“Makasih masss, permainanmu bikin aq ketagihan” kata Fani sambil mengalihkan ciuman dari bibir ke keningku.

“Buat kamu, aq rela melakukan apa saja Fan, karena aq senang” jawabku

“Mas Hardy, aq mau mandi dulu ya, nggak enak nih basah dan bau keringat begini”

“Iya, mandilah dulu, biar wangi tubuh kamu. Aq juga mau ke mobil sebentar” jawabku

Dengan masih dalam keadaan bugil, Fani berjalan menuju kamar mandi yg memang tersedia di dalam kamar. Fani mandi tanpa mengunci pintu kamar mandi, sehingga aq bisa melihat tubuhnya yg semakin bercahaya karena terkena air. Aq segera mengenakan pakaianku, dan berjalan ke mobil.
Keluargaku selalu minum madu setiap pagi dan menjelang tidur. Karena itu, di mobilku selalu ada persedian madu, karena sering dalam perjalanan jauh kami kesulitan mencari madu. Kuambil botol madu dan kubawa ke kamar.

Dikamar kulihat Fani sudah selesai mandi, dan dia duduk di kursi sofa, handuk melilit di tubuhnya, tapi pundah dan pahanya tetap kelihatan. Raut kelelahan sudah tak tampak lagi, wajahnya benar-benar segar.

“Ke mobil ngapain saih mas?” tanya Fani penasaran.

“Ini ngambil madu” jawabku sambil menujukan botol madu.

“Emang buat apa sih mas? yanya Fani penasaran.

Aq tak menjawab pertanyaanya, hanya kuraih tangannya, dan kugandeng menuju ranjang. Fani tidur terlentang di ranjang, dan kulepas lilitan handuk di tubuhnya. Aq juga melepas pakaianku. Kembali kami dalam keadaan bugil. Kubuka tutup botol madu, kuminum sedikit isinya.

Lalu kulumat bibir Fani. Rupanya Fani baru sadar fungsi madu itu, dan dia juga semakin bergairah melumat bibirku yg manis karena madu. Sambil berciuman, kuteteskan madu itu ke payudara Fani. Kulihat mata Fani membelalak waktu kuteteskan madu ke payudaranya, dia seperti bertanya untuk apa madu itu. Botol mandi yg di tangan keletakkan di ujung ranjang, agar tdk tumpah.

Bibirku melepaskan ciuman Fani, lalu turun ke bawah menjelajahi payudaranya yg terlumuri dengan madu. Kuhisap payudaranya yg manis. Fani merintih kesakitan karena hisapanku, tapi mulutnya mengatakan sebaliknya.

“Iyaaahhhh hisap terussss maassshhh, sakit tapi nikmaattt”

Kuhisap payudara Fani bergantian. Dan satu jari tanganku kuoleskan pada madu yg meleleh di payudara Fani, lalu jariku itu kumasukkan ke dalam mulut Fani. Fani seperti anak kecil dapat es cream, asyik menghisapi jariku

Karena madu di payudara Fani sudah habis, dan rasa manisnya sudah hilang, kuraih botol madu dengan maksud untuk kulumuri tubuhnya dengan madu. Tapi kali ini Fani merebut botol madu itu. Aq tak tau apa yg dia lakukan.

Fani mendorong tubuhku, sehingga kini aq yg tidur terlentang di ranjang, dengan kaki menjuntai kebawah. Lalu Fani menuangkan sedikt madu di batang penisku. Dingin-dingin basah rasa penisku. Kemudian Fani langsung menjilati penisku yg berlumuran madu.

Separuh batang penisku masuk ke dalam mulutnya, dan Fani memaju mundurkan kepalanya mengulum penisku. Kini giliranku yg kelojotan. Fani meletakkan botol madu ke lantai, sambil mulutnya sibuk mengulum dan menghisap penisku.

“Aaauugghhh… aghhhhssss… terussss Siittttt” cuma itu yg keluar dari mulutku.

Karena nggak tahan mendapat serangan dahsyat itu, aq lamgsung bangkit, dan dengan sedikit kasar mengangkat tubuh Fani untuk kurebahkan di ranjang.
Kedua paha Fani kuangkat tinggi-tinggi, hingga kemaluan Fani menyembul dan batang penisku yg sudah tegang mengeras langsung kumasukkan ke lubang kemaluannya. Kedua Kaki Fani bersandar di pundakku. Kusodok terus pelan-pelan sampai masuk semua batang penisku ke lubang kemaluannya. Fani mendesah keenakan. Desah kami memenuhi ruangan kamar villa.

Sambil kulihat penisku yg keluar masuk di lubang kemaluan Fani, tanganku meremas paha Fani. Sedang tangan Fani cuma bisa meremas-meremas sprei kasur.

“Penismu nikmaattt mass hardyyy.. aq suka bangett” racau Fani.

“Ogghhhh iya saaayaannggg,, lubangmu juga nikmaatttt” kami terus berpacu mengejar puncak kenikmatan.
Bberapa menit kemudian aq merasa ada cairan hangat yg mulai mendesak penisku.

“Fann, aq mauhh keluarrrr, aq keluarin dimanaaa?

“Di dalam ajaahhh masshhhh.. akuhhh jugaa mau keluaaarrrrr”

Kubenamkan seluruh batang penisku ke kemaluan Fani.

Crett.. crett.. crett.. crett… lendir kenikmatanku dengan kerasanya menyembur membasahi kemaluan Fani, sebelum ia melanjutkan omongannya. Kocokkan penisku dan semburan lendirku juga mempengaruhi kemaluan Fani, hampir bersamaan kemaluan Fani juga mengalirkan lendir hangat kenikmatan.
Perlahan-lahan kuturnkan paha Fani dari pundakku. Dan tubuhku ambruk menindih tubuh Fani.
Makasih Fani, kamu sungguh luar biasa” kataku.

Fani tak menjawab, hanya mencium bibirku, dan dari sudut matanya ada titik air bening.
Aq tak inigin merusak suasana dengan menanyakan mengapa ia meneteskan air mata. Kubiarkan saja.
Setelah itu kami mandi bersama, dan mengulangi perstubuhan di kamar mandi. Jam 7 malam aq meluncur kembali ke kotaku, mengantar Fani kerumahnya.

SITUS BANDARQ - SITUS DOMINO - SITUS POKER - SITUS ADUQ - SITUS CAPSA SUSUN

Lebih dari enam kali kami melakukan perselingkuhan itu. Dan yg paling berkesan adalah perselingkuhan yg kami lakukan di villaku.

Semoga Cerita Dewasa yang  Cerita69.org bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih... Salam Crot ( Cerita69.org )
Share:

Bercinta Dengan Tante Tersayang Sungguh Nikmat

Bercinta Dengan Tante Tersayang Sungguh Nikmat - Cerita Seks kali ini situs Cerita69.org akan melanjutkan cerita seks dewasa yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul  Bercinta Dengan Tante Tersayang Sungguh Nikmat - ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..
Perkenalkan nama saya Herry , umur saya 24 tahun dan saya baru lulus dari salah satu universitas ternama di kota Malang , dan saya berasal dari keluarga baik - baik. Kejadian ini di mulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah Banyuwangi. Om salah sudah menikah dan memiliki 2 orang anak laki - laki yang lucu umur nya sekitar 3 tahun dan juga 6 tahun , serta memiliki istri yang sangatlah cantik umurnya sekitar 28 , saya sendiri tinggal di surabaya kurang lebih jarak tempat tinggalku dengan tanteku adalah 18km.
Awal kejadian ini adalah pada hari sabtu malam , saya mendengar pertengkaran di rumah tersebut , yang tidak lain adalah om dengan tante saya. Ternyata penyakit om saya kambuh lagi yaitu sering pergi ke diskotik bersama teman nya , hal tersebut sangatlah menyakitkan tante saya karena di sana om saya akan mabuk - mabukkan dan terkadang pulang nya bisa pada hari minggu malam. Entalah apa yang di lakukan om saya di sana dan teman - teman nya , dan pada saat itu hanya aku bertiga yang ada di dalam rumah :  saya , om bram , dan tante sus .
"Brakk" suara gelas pecah menghantam pintu , cukup membuat saya terkejut dan om saya dengan marah - marah berjalan keluar kamar. Dari dalam kamar terndengar tante saya berteriak.
"Gak usah pulang sekalian , cepet ceraikan aku." kata tanteku.
"Wah ribut lagi ini . " dalam hati ku berkata.
Om Bram langsung berjalan keluar rumah , menghidupkan mobil nya dan pergi entah kemana , di dalam kamar aku mendengar tante Susi nangis , aku mau masuk ke dalam tapi takut kena imbas oleh nya karena kesalahan om saya. Tetapi aku juga menjadi merasa penasaran , takut nanti ada apa - apa terhadap tante Susi , maksudku akibat kecewa sama om Bram dia langsung bunuh diri . Pelan - pelan aku membuka pintu kamar nya dan ku lihat dia menangis menunduk di depan meja rias dan aku berinisiatif masuk  dengan pelan - pelan sambil menghindari pencahan gelas yang tadinya sempat di lemparkan oleh tante Susi.
"Kenapa tan ?  om kumat lagi ? " tanya ku . Dia tidak menjawab nya dan hanya diam saja , sesekali terdengar suara tangis nya. Cukup lama aku berdiri di belakang nya dan pada waktu itu aku hanya memandang nya dari belakang dan ku lihat ternyata tante Susi menggunakan baju tidur yang cukup menggoda , pada saat itu aku belum berpikir macam - macam terhadap nya.


Aku hanya berpikir mungkin tantu Susi mengajak om Bram , berdua saja di rumah , karena anak - anak mereka sedang menginap di rumah adik nya tante Susi dan mungkin saja tante Susi mengajak om bercinta tetapi om Bram gtidak mau , dia lebih mementingkan teman - teman nya dari pada tante Susi. Tiba - tiba saja tante Susi berkata.
"Her , om kamu kayaknya udah gak sayang lagi sama tante  .  Sekarang dia pergi dengan teman - teman nya ke Surabaya , ninggalin tante sendirian di rumah , apa tante udah ga cantik lagi ?"
Ketika tante Susi berkata seperti itu dia berbalik menatapku , aku terkejut ketika mataku tidak sengaja menatap buah dada nya , di situ saya melihat puting susu nya yang keliatan dari daster yang di gunakan nya , aku lumayan kaget juga melihat tubuh tante ku.
Aku terdiam sebentar dan aku ingat tante Susi menanyakan sesuatu , aku langsung mendekati nya . " Tante masih cantik kok , dan om kan cuma pergi sama teman nya jadi ga usah khawatir.
"Iyah tapi teman nya itu bajingan semua , mereka pasti mabuk - mabukan lagi dan main perempuan di sana " ucap tante ku,
Aku merasa bingung mau bilang apa lagi , secara refleks aku langsung pegang tangan nya dan berkata.
"Tnang saja tan , om ga akan macam - macam kok " ucapku.
"Tapi tante dengan kalau om mu punya pacar di Surabaya , malahan tante kemarin pergoki dia telponan sama dcewe , kalau ga salah namanya Selli " kata tanteku.
 "Masa om tega sih ninggalin tante demi cewe yang baru kenal  , mungkin itu cuma teman nya dan lagian tante masih tetap cantik kok " kata ku menghiburnya.
Tanpa tante Susi sadari tangan kanan ku sudah di atas paha nya karena tangan kiri ku masih memegang tangan nya , perlahan - lahan pahanya ku elus secara halus dan hal ini ku lakukan karena aku berpikir bahwa tante ku sudah lama tidak di sentuh secara lembut oleh pria , tiba - tiba tangan ku yang memegang pahanya di tepis oleh tante Susi dan beridiri .
"Her , saya ini tante mu saya harap kamu jangan kurang ajar sama tante mu dan sekarang tante mau kamu kelar dari kamar tante sekarang juga !" dengan nada marah tante Susi mengusir ku.  Aku cukup kaget mendengar kata itu , dan dengan perasaan malu aku berdiri dan meminta maaf kepada tante ku karena ketidak kesopanan ku.
Sambil berjalan aku berpikir , aku benar - benar tergoda dan tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan baik ni . Sejak aku putus dengan pacar ku , terus terang saja kebutuhan seks ku salurkan dengan tangan ku , setelah sampai di depan pintu aku meliat tante Susi lagi dia hanya menatapku dengan nafas yang  terputus - putus.
Aku membalikkan badan ku lagi dan dalam pikiran ku , aku harus mendapatkan nya malam ini juga. Dengan masa bodoh menutup pintu kamar dan mengunci nya dari dalam , lalu langsung saja aku berbalik menatap tante ku . Tante Susi cukup kaget melihat apa yang ku perbuat ini , otak ku sudah di penuhi dengan hawa nafsu.
"Kamu mau ngapain Her ? " tanya nya dengan gugup.
"Tante mungkin sekarang om sedang bersenang - senang dengan pacar baru nya , lebih baik kita juga bersenang - senang disini dan saya akan memuaskan tante" kataku dengan berani.
Dengan nafsu ku tarik langsung tubuh nya ke ranjang , dia melawan tetapi karena tubuh ku lebih besar aku dapat mendorongnya ke ranjang lalu menindih nya.
" Lepasin tante , Herry " ronta tante ku , tapi aku sudah tidak peduli lagi , dasternya ku angkat keatas. Ternyata tante Susi tidak menggunakan celana dalam sehingga terlihat jelas vagina nya yang sangat menggoda , dan dengan kasar kutarik daster bagian atas hingga payudaranya terlihat di depan ku , dengan nafsu yang besar aku langsung menghisap puting susu nya tubuh tante ku masih meronta - ronta , dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan dengan bebas ku jilati seluruh tubuh nya terutama di daerah payudara nya.
Akibat rontaan nya aku mengalami kesulitan untuk membuka pakaian ku , tapi dengan pelan - pelan kau dapat membuka baju dan celana ku . Sambil memuka baju dan celana ku itu dengan bergantian tangan ku mengusap vagina nya yang menurut ku sudah mulai basah. Kontol ku sudah mulai berdiri dengan tegak dan kokoh nafsu telah memenuhi semua kesadaran ku bahwa yang ku perkosa ini adalah istri paman ku sendiri  , dengan buru - buru aku langsung berusaha memasukan kontol ku ke dalam vagina nya aku agak kesulitan menemukan lubang vagina nya , kadang kontol ku meleset keatas dan ke bawah , ini di sebabkan karena tante ku bergerak kesana kemari bertujuan menghalangi kontol ku yang sudah siap berperang ini.
"Her.... jangan... ,  aku ini tantemu tolong lepasin Her , ampun , tante minta ampun " aku sudah tidak peduli lagi dengan ucapan nya itu.  Usahaku kali ini harus berhasil karena gagal pun mungkin akibatnya akan sama bahkan mungkin lebih fatal , ketika lubang vagina nya kurasa sudah pas dengan di bantu cairan yang keluar dari dalam vagina nya aku langsung menancapkan kontol ku kedalam vagina nya.
"Ahhh...sakit Her.... tante minta ampun..... tolong jangan lakuin ini Her... lepasin tante Her.." ketika mendengar rintihan nya itu aku menjadi kasihan , akan tetapi kontol ku sudah masuk ke dalam.
"Maff tan saya sudah tidak tahan dan punya ku sudah terelanjur masuk nih." bisikku ketelinga nya dan dia hanya diam saja.
Dengan pelan - pelan aku aku mulai memompa kontol ku naik turun ,,, tante ku menggelinjang hebat seakan - akan masih ada sedikit rontaan dalam diri nya "ssshh..." tante ku hanya mendesis sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan tak mau menatap wajah ku  kemudian dia hanay diam pasrah sambil ku lihat air matanya keluar.
Kucium keningnya dan bibirnya samibl membisikan " Tante masih canti kdan tetap menggoda kok , saya sayang tante , jika om sudah tidak sayang lagi , biar Herry yang menyayangi tante " Tante Susi hanya diam saja dan kurasakan pinggulnya pun ikut bergoyang seirama dengan goyanganku.
kemaluanku kudorong perlahan …seakan ingin menikmati kenyamanan ini dengan waktu yang lama…….. cllkk….clllkkkk.cclkkkk bunyi badanku beradu dengan badan tanteku…….seirama keluar masuknya kemaluanku kedalam liang vagina nya yang betul betul enak…… …
Kira - kira 10 menit aku merasakan vagina nya semakin basah dan kaki nya menyilang ke atas pinggulku dan menekan kuat - kuat mungkin tante ku sedang orgasme . Ku diam kan sejenak dan ku biarkan tanteku menikmati orgasme nya , kubenamkan lebih dalam kontol ku sambil memeluk erat tubuh nya ia pun memeluk ku dengan eragt.
Ku balikkan tubuh tante ku dan sekarang dia dalam posisi atas , kontol ku masih tertancap dalam vagina nya itu tapi dia hanya diam saja sambil merebahkan tubuh nya di atas tubuhku , lalu ku angkat pinggul nya perlahan dan menurun kan nya kembali  , ku angkat lagi dan kuturunkan lagi.
Kemaluanku yang berdiri tegak menyodok deras keatas …kelubang nikmatnya…… ahirnya tanpa kubantu ….tanteku menggoyangkan sendiri pantatnya naik turun….. oooooooccchhhhhhhh…….aku yang blingsatan kenikmatan… rupanya tanteku mahir dengan goyangannya diposisi atas…. kenikmatan maximum kudapatkan dalam posisi ini…. rupanya tanteku mengetahui keadaan ini …
Ia tambah menggoyang goyangkan pantatnya meliuk liuk persis pantat Anisa bahar penyanyi dangdut dengan goyang patah patahnya……. oooooochhhhhh,…………sshhh……kali ini aku yang mirip orang kepedasan aku mengangkat kepalaku…kuhisap puting susu tanteku….. ia mengerang……..goyangannya tambah dipercepat…. dan 5 menit berjalan .

Tanteku bergetar lagi……ia telah mendapatkan orgasmenya yang kedua…… pundakku dicengkeramnya erat…… ssshhhhhhh………bibir bawahnya digigit…sambil kepalanya menengadah keatas….. “Her ….bangsat kamu…….tante kok bisa jadi gini…..ssssshhhh ….tante udah 2 kali kluarrrrrrrr…”….. aku hanya tersenyum….. “tulangku rasa lepas semua Her….” aku kembali tersenyum.
“Tante gak pernah klimaks lebih dari 1 x kalo dengan ommu..” kubalik kembali badan tanteku dengan posisi konvensional.. kugenjot dengan deras kewanitaannya….. oooohhh oohhh….ssshhhhh tanteku kembali menggeliat pinggulnya mulai bergoyang pula mengimbangi genjotanku………….. aku pun sudah kepengen nyampe……. dan tidak lama kemudian akupun mengeluarkan spermaku di dalam liang senggamanya.
Ssshhhhhh……aaachhhhhhh……………….. spermaku tumpah dengan derasnya kedalam liang senggama tanteku…….. mata tanteku sayu menatapku klimaks……… permainan panjang yang sangat melelahkan……yang diawali dengan pemaksaan dan perkosaaan yang ahirnya berkesudahan dengan kenikmatan puncak yang sama sama diraih……. kulihat terpancar kepuasaan yang amat sangat diwajah tanteku..
“Kamu harus menjaga rahasia ini Her …..” aku hanya mengangguk…. dan sekarang tanteku tak perduli lagi kalau om ku mau pulang atau tidak……. karena kalau om ku keluar malam maka tanteku akan menghubungiku via HP untuk segera kerumahnya.
Semoga Cerita Dewasa yang  Cerita69.org bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih... Salam Crot ( Cerita69.org )
Share:

Category2

Popular Posts

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Stay Connected

My Instagram

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here. This is an optional text area which you can hide or delete from the layout. Its totally dependent upon you if you want this text area or not.

Beauty

agen poker terpercaya
agen poker terpercaya

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.