Ngentot Dengan Temanku Memang Enak

Aku adalah seorang pegawai sebuah perusahaan di Aceh. Aku sudah menikah sejak tahun 2014, dengan seorang wanita bernama Wulan. Adik iparku (adik kandung istriku) menikah dengan seorang wanita bernama Rini yang menjadi teman selingkuh ku untuk beberapa waktu. ( di baca juga cerita seks di cerita69.org  )

Sedikit curhat, pernikahanku kali ini di ujung tanduk. Yah kalau diliat dari biografi singkat yang kuceritakan di atas, bisa diambil kesimpulan apa dan siapa penyebabnya. Yak, selingkuh dan aku pelakunya. Untungnya, teman selingkuhku yang ketahuan kali ini bukan istri adik iparku, melainkan “teman” dari aplikasi media sosial “KitaNgobrol”. Ruginya, ya banyak banget. Salah satunya adik iparku sontak memusuhiku, sekaligus istrinya terpaksa ikut perintah suaminya. Rini (Dalam suatu kesempatan, Rini bertemu dan langsung memohon agar hubungan kami jangan disebarluaskan. Aku pegang tangannya dan kupastikan bahwa aku bukan orang seperti itu. Sampai sekarang kami belum berkomunikasi lagi)



Pertengkaran dengan istriku tidak bisa dielakkan. Aku hanya mampu menyembunyikan bahwa aku baru melakukannya sekali , dan memastikan itu hanya coba2 dan tidak akan pernah terulang lagi. Tapi yang namanya emosi kadang tidak bisa dikendalikan, istri mengamuk sejadinya dan membawa masalah ke ranah keluarga besar. Berabe.

Akupun terpaksa pindah ke tempat kos karena istri muak liat wajahku. Dalam keadaaan terlunta2 mental dan tertekan seperti ini, aku pun berusaha mencari pelarian dengan menginap di kantor dan merepotkan pegawai lainnya dengan sesekali nginap di rumah mereka.

Adalah rekan kerjaku sejak tahun 2016 kemarin, bernama Putri, seorang wanita kelahiran medan berdarah batak. Putri ini seorang alpha-woman-type, artinya keras kepala dan cenderung egois. Awal mula kehadirannya saja sudah langsung nyuruh2 orang lain jelasin peraturan/SOP ke dia, padahal jelas orang lain itu (aku) jauh lebih lama bekerja disini.

Soal perawakan, Putri tidak didukung wajah yang menarik. 3-size-measurement? Minus malah di bagian depan. Parahnya, putri lebih senang untuk tidak memakai make-up bahkan dalam situasi formal sekalipun. Makanya di usia nya yang menginjak 30 tahun ini, aku paham kenapa pacarnya mutusin dia. Padahal kalau memakai make up, Putri dapat kelihatan lebih menarik.

Kami sudah setim hampir 2 tahun lamanya. Baik profesional ataupun urusan personal sudah sering kami bahas. Makanya ketika dia tahu aku bertengkar dengan Wulan, dia langsung bertanya “Kau apain dia?” dengan gaya khas anak bataknya. Kalau sudah pake gaya begini, mendingan dijawab dengan serius atau langsung cabut, sebelum diajak debat yang ujungnya ngabisin energi.



Akupun menerangkan secara garis besar apa masalahnya. Kata2 bodat pun keluar dari mulutnya ditujukan padaku. Aku hanya bisa tersenyum meringis, membayangkan bahwa rekan kerja ku pun bakal memusuhiku (aku mengerti kenapa, kan dia diputusin pacarnya . Jadi dimata dia, aku sama brengseknya dengan mantan co nya). Hari aku menceritakan kasusku, adalah hari dimana Putri sama sekali tidak memperdulikanku. Untungnya kerjaan kami sedang tidak banyak dan mampu kuhandle sendiri. Tapi aku bertekad baikan sama dia, karena urusan kantor memang tidak boleh bercampur dengan urusan pribadi. Sangat mempengaruhi output dan kinerja.

Esoknya kubeli sebatang chunky bar dan sebungkus chitato besar. Berhubung meja kami sebelahan, gampang saja kutawarin dia makanan tersebut. Dengan pelototan dan jawaban ketus, dijawabnya tidak. Aku langsung ketawa2. Kuhimbau pada nya untuk tidak melarutkan masalahku ke profesionalisasi kami. Dia menatapku dan menjulurkan tangannya ke bungkus chitato. Yah, setidaknya rekan kerjaku tidak memusuhiku.

Untuk meredakan bencinya, kubiarkan dia sepanjang pagi itu merepet dan memaki ku atas tindakan ku kepada Wulan. Tidak sekalipun kusanggah, tidak sekalipun kutepis. Suaranya sampai bergetar, air mata mulai memupuk di matanya. Aku hanya bisa bilang maaf berulang kali. Siangnya, suasana sudah mulai berubah karena dia mulai bertanya di mana aku tinggal.

“sesekali di kantor” jawabku. “hah, tidur dimana kau?” tanya nya. “noh korsi2 itu kalo dijejer bisa buat tempat tidur. Yang penting punggungku nyandar aja”. Dia geleng2 kepala dan bilang aku gila. Padahal dia ga tau kalo tinggal di kantor dengan air bersih, listrik gratis, serta wifi dengan kuota gede itu menyenangkan <<< korupsi. Kami pun kembali fokus ke kerjaan masing2.

Selepas istirahat, darah batak yang mengalir di tubuhnya kembali menghangat. Tapi tidak memanas, hanya interogasi kecil yang ingin dituntaskannya.

Putri (P) : Kok bisa lah kau gituin dia rud?

Aku (A) : bah, masih belum puas?

P : bukan loh, ga abis pikir aku soalnya. Kalian (red:laki2) kek ga ada puas2nya. Ngebuang bunga demi sampah di jalan.

A : Ini mau digimanain lagi coba? Aku kan dah minta maaf juga. Penyesalan kan selalu datang telat, kalo di awal kan namanya pendaftaran.

Berkat perkataan cuek ku, aku berhasil membuatnya tertawa. Mungkin, mungkin karena aku belum “menyentuh” wanita selama 3 minggu terakhir, tawa dan ekspresi Putri membuat nafsuku tidak stabil. Wanita rekan kerjaku selama ini yang kuliat biasa saja, bahkan cenderung tidak menarik perhatianku, membuat insting lelaki ku aktif. Tanpa sadar, aku memegang kedua tangannya yang bersila di paha nya. Kugenggam dan kutatap matanya sambil tersenyum.

Putri kaget dan langsung menarik tangannya. Aku kembali mengeluarkan perkataan cuek “Lumayan megang tangan cewek” sebelum dia berkata apa2. Putri langsung merespon “segitu pengennya ya?”, yang langsung kujawab “udah hampir sebulan loh. Bosen pake tangan sendiri”. Putri langsung melotot tajam “Jadi kau kira aku tempat pelampiasan?” dengan nada meninggi. Akupun langsung berkilah “enggak loh put. Bukan pelampiasan, kau tempat aku mencurahkan rinduku” disertai senyum seringaiku, berharap ini tidak jadi pembantaian umum.

Putri langsung menjawab “sama aja kampret” dan kembali menghadapi kerjaannya. Dalam artian lain, sebenarnya aku sudah di zona selamat karena berhasil mengalihkan pembicaraan kasus ku ke mesumku. Namun, sekarang otakku dipenuhi pikiran mesumku. Aku ingin bersetubuh. Tepatnya, aku ingin memasukkan alat kelaminku ke lubang kenikmatan Putri. Kupandangi tubuhnya terutama di bagian payudara. Sadar aku memperhatikan dirinya, Putri balas menatap tajam dan sedikit membentak “apa?”

Pikiranku langsung cepat bereaksi. Putri adalah seorang alpha-type, dia ga akan segampang itu peduli, meskipun kepada rekan kerjanya sendiri. Pikiranku berlanjut, Putri sudah lama tidak pacaran. Ini berarti taruhan 50-50. Aku harus mencoba, batinku berkata.

“Enggak. Aku cuma mau pijet2 badanmu aja” sergahku sambil mengarahkan kursi ku ke belakang nya dan sekaligus memegang bahu nya. Putri sedikit berteriak “apaan seh?” sambil menepis tanganku dari bahu nya. Langsung sigap kutangkap tangannya. Putri langsung melotot tajam sambil berkata “Rud, aku marah. Lepasin”.

Taruhanku sepertinya salah. Tapi otakku masih dipenuhi pikiran mesum. Dengan sedikit tercekat, aku mengeluarkan kata2 “Put, tolong aku put” sembari tidak menghiraukan perintahnya untuk melepaskan tangannya. Putri menjawab tegas “ENGGAK. LEPASIN”. “Put, bantuin napa. Ga usah sampe “kesana” deh. Bantuin aku “keluar” aja. Janji (janji? lol)” kataku dengan penuh harap sambil tetap memegang tangannya.



Putri terdiam sejenak. Disaat seperti ini, aku tidak membiarkannya berpikir. Aku langsung menyambung perkataanku “Iya ga sampe ngapa2in. Nanti aku bantuin juga kau deh” sambil menurunkan tangan kami berdua ke arah paha nya. Aku memanjangkan jari kelingkingku ke arah paha nya, sedikit membelai, berharap semoga rangsangan ini sampai. Putri tidak berkata apa2. Putri diam, seperti terpasrah. Aku celingak- celinguk liat keadaan, dan langsung menghambur ke depan memeluk putri seraya berkata “Makasih ya put”. Aroma rambutnya menelusuk hidung, bercampur dengan nafsu yang ingin segera kutuntaskan. Putri berbisik “jangan disini. dimana?”. Akupun berdiri, memberinya kode untuk mengikutiku ke ruang kesehatan.

Ruang kesehatan kantor kami terletak di ujung lantai 2. Ruang ini sederhana, hanya ada tempat tidur rawat, meja dan kursi kerja dokter, kursi tunggu dan AC. Ruangan ini serba praktis, sering dipakai untuk tempat istirahat ataupun tempat kongkow. Dan seperti biasa, kunci ruangan ini selalu tertinggal di dalam. Mungkin memang ada pegawai atau pejabat lain yang memakai nya seperti yang akan kulakukan. Tapi itu bukan urusanku.

Putri pun masuk. Aku langsung mengunci pintu dan mendekap dia dari belakang. Tangan kananku langsung menggerayangi payudaranya, sedang tangan kiriku membelai area wanita nya dari luar celana hitamnya. Kali ini putri tidak bisa terdiam. Suara lirihan kecil mulai terdengar di telinga kiriku. Putri langsung membalikkan badan dan menyambar mulutku dengan mulutnya. Bibir kami beradu, aku berusaha memasukkan lidahku ke mulutnya. Sedikit kuremas payudaranya barulah lidahku bertemu dengan lidahnya. Tangan kiriku bergerilya masuk kedalam celananya. Gila ya put, pikirku dalam hati. Kuyakin kau juga menginginkan hal ini. Kau juga merindukan diginiin. Buktinya dengan basahnya celana dalammu.

Jari tengahku menerobos masuk ke liang vaginanya. Ciuman Putri mulai tak teratur dan terlepas. Desahan tertahan keluar dari mulutnya, yang memancing ku untuk meneruskan foreplay ini lebih lanjut. Tangan kananku bergerak melolosi kancing kemejanya, hingga Bh hitamnya terpampang dan tanganku bebas merabanya. Lidahku sekarang bergerak di leher kiri Putri, tangan kananku memilin dan meremas apa yang dapat di raihnya dibalik Bh hitam tersebut. Tangan kiriku tetap dinamis mengorek isi dalam lubang itu. Pikiranku dipenuhi dengan nafsu. Aku yakin putri sudah lupa dengan janji ku (janji yang mana? hahaha)

Kudorong pelan Putri ke arah meja kerja dokter. Putri mengerti dan duduk diatas meja tersebut. Kutanggalkan celana Putri, kulepaskan celana dalamnya sehingga liang kenikmatan yang sudah basah itu terpampang di hadapanku. Putri terkangkang pasrah di hadapanku, hanya kemeja yang terbuka separuh dan Bh hitamnya yang melekat di badannya saat ini. Kumajukan kepalaku untuk melekatkan mulutku ke vagina Putri. Sepertinya Putri juga mengharapkan ini, terbukti dengan dijambaknya rambutku ketika cairan vaginanya mulai kuisapi. Desisan desisan nafsu ini semakin membangkitkan gairahku.

Aku menurunkan celanaku. Kuhisap kembali lidah Putri sambil melepaskan Bh hitamnya. Kupilin putingnya dan aku berbisik di telinganya “Enak sayang?”. Putri menggigit pundakku sebagai jawaban. Kuciumi lehernya, kupermainkan puting payudaranya, kutekan2 klitorisnya. Sepertinya Putri akan membantu ku keluar kali ini. Tangannya menggenggam k0ntolku, naek turun, dan mulai mengarahkannya ke vaginanya….tanpa kuminta. Aku harus membantu Putri juga. Kudorong perlahan batangku, sekujur badanku dipenuhi kenikmatan duniawi itu. Kudorong terus sampai melekat kelamin kami. Kutatap mata Putri, kami kembali berciuman, dan Putri kembali menggigit pundakku.

Kami saling menyangga dan mengkait ketika aku mulai menggerakkan batangku maju-mundur. Setiap hentakan yang kulakukan dibalas dengan baik oleh goyangan Putri. Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi apabila kami ketahuan. Putri pun sepertinya sama. Bunyi meja berderit, desahanku, desahan Putri aku rasa dapat menjelaskan keadaan kami pada orang yang mungkin sedang tepat ada di luar ruangan. Aku tidak peduli. Putri sekarang terlentang di atas meja, kaki kiri nya kuangkat ke pundakku yang barusan digigitnya. Kupacu kembali tempo tadi. Putri semakin belingsatan. Tangan kiriku menekan klitorisnya. Gerakan putri semakin tidak karuan. Aku tetap memaju-mundurkan batangku di dalam lubang yang semakin basah tersebut.

Kenikmatan ini ekstasi bagi kami. Putri sepertinya kelelahan setelah batangku dipijat vaginanya beberapa kali. Kedua kakinya kuangkat, kucium betis nya seraya kembali menghentakkan batangku. Aku hampir keluar. Kupercepat irama gerakan pinggulku sebisa yang aku mampu. Makin cepat dan tak terkendali, Putri sudah seperti kehabisan napas, deritan meja makin keras, aku mulai teriak, teriak kenikmatan yang kulepaskan seketika cairanku mengisi dalam lubang vagina itu. Aku goyangkan terus, meresapi sisa2 kenikmatan yang masih ada.

Putri bangkit duduk dan merangkul leher ku, mencium ku, dan berkata “Enak sayang”. Aku pun tersenyum dan menjawab “Makasi ya sayang. Benar2 nikmat abang rasa” (padahal kami seumuran. Aku memakai kata abang ke dia biar mesra soalnya. hahaha). Aku langsung mengambil tisu dan mengelap baik kelaminku dan kelamin Putri. Putri sedikit merasa geli ketika kusentuhkan tisu itu ke vaginanya. “Padahal tadi niatnya cuma pake tangan. Aku malah mau pake mulut. Ujung2 nya ngentot juga kita ya” Ujarnya sambil tersenyum cemberut. Aku tertawa dan berkata “Lain kali di tempat tidur yok put. Mau?” . Putri hanya tersenyum mengangguk. Kami berdua bergegas memakai pakaian kami dan meninggalkan ruangan tempat pengalaman pertama kami, dengan disertai rasa was was dan teliti agar tidak ada bukti yang tertinggal
Share:

Bercinta Dengan Rani Si Perawan Memang Puas

Singkat cerita akhirnya dapatlah saudara jauh dari istri saya yang bisa di ajak ke rumah baru kami tersebut, memang sih saudara jauhnya tersebut cukup manis dan sangat lugu sekali, maklum orang dusun dan baru pertama kali keluar dari kampungnya sendiri dan langsung dibawa ke tempat yang cukup jauh dari lingkungan rumahnya, tapi kalau masalah pekerjaan memang sudah cukup lihai dari yang namanya mencuci pakaian, mencuci piring, masak, ngepel dan lainnya sudah boleh disebut rapih deh.

Awalnya saya tidak ada perasaan apa-apa sama si Rani ini, tapi setelah waktu berjalan kira-kira 2 bulan Si Rani ini bergabung di rumah kami, barulah terlihat kalau anak ini sedang lagi seger-segernya dan baru mau gede, maklum umurnya waktu itu masih 18 tahunan dan kalau saya perhatikan setiap gaji yang kami kasih ke dia selalu dibelikan segala macam keperluan pribadi (kosmetik dll) dan karena dia suka bersolek diri maka setelah 2 bulan itu dia sudah mulai kelihatan lebih dewasa dan lebih bersih dibandingkan waktu pertama kali datang dari kampungnya di Ciamis.

Suatu hari (kalau tidak salah waktu itu hari Sabtu) Saya kerja setengah hari, jadi waktu sampai di rumah itu kurang lebih sekitar Jam 2 siang dan pada saat saya masuk ke dalam ternyata tidak ada suara yang menjawab, maka saya pun mencoba mencari orang rumah. Dan ternyata yang ada hanya hanya Rani saja yang sedang tidur di kamarnya yang tidak terkunci, dan pada saat itulah baru pertama kalinya saya melihat dia dalam keadaan sedang tidur dengan hanya menggunakan daster pemberian dari istri saya dan pada saat itu dasternya pun tersingkap sampai di atas pinggang. Wow… suatu pemandangan yang cukup menggoda untuk dinikmati, maka pada saat itulah timbul pikiran kotor saya untuk mencoba meraba bagian yang tersingkap tersebut.



Secara perlahan saya dekati dia yang masih tertidur lelap di atas kasur gulung yang kami sediakan untuknya, lalu tanpa ada kesulitan apapun saya sudah mulai mengusap bagian kaki, lalu naik ke bagian pahanya yang hitam manis itu dengan perlahan dan lembut, sampai saking asyiknya saya mengelus-elus bagian itu secara tidak sadar penis saya dibalik celana mulai mengencang, dan karena karena ini juga akal sehat saya sudah mulai hilang karena rabaan-rabaan tangan ini sudah mulai menjalar ke bagian dadanya yang baru mulai merekah. Memang sih saya cuma meraba dari luarnya saja, tapi bisa dibayangkan betapa indahnya bagian dalamnya kalau dibuka.

Tapi rabaan itu saya stop karena si Rani menggeliat yang mebuat saya kaget dan langsung lari meninggalkan kamarnya. Dan tidak lama saya keluar dari kamarnya Rani, istri, anak dan mertua saya datang habis makan Bakso bang yang ada di seberang komplek kami.

Setelah kejadian hari itu saya selalu mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan untuk menikmati yang indah-indah dari si Rani tersebut, bahkan pada suatu hari waktu saya mendapatkan uang sampingan dari salah satu kolega kerja, saya coba membelikan dia baju tidur terusan, celana dalam, dan bh yang semua warnanya pink yang di bungkus Koran supaya istri gak curiga. Dan di dalamnya saya kasih sedikit tulisan yang bunyinya: “dipake ya Ran, supaya kamu makin betah disini dan jangan sampe ketahuan si ibu”

Rupanya pemberian saya itu tidak ditolak dan Rani pun langsung ngucapin terima kasih. Dan rupanya pancingan saya itu berhasil, kenapa saya bilang berhasil? Karena si Rani ini rupanya agak sedikit kasih angin ke saya dimana ada kesempatan selalu berlagak genit & manja, dan kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk selalu curi-curi kesempatan. Pernah suatu kali saya bercandain dia di dapur,

“Ran.. kamu tambah manis aja deh… Kamu udah punya pacar apa belum?” tanya saya ke dia sambil saya colek bokongnya yang padet itu.

Dia pun menjawab tanpa beban dan manja, “Belum sih Pak, tapi kayaknya sih mau dapet nih. Abis udah ngasih Rani baju segala sih”

Nah… sejak kejadian di dapur itu saya pun semakin berani.

Akhirnya kesempatan yang saya tunggu-tunggu datang juga, waktu itu anak-anak saya sudah mulai masuk liburan sekolah dan mereka minta diantar ke rumah neneknya di Bogor, dan kami pun (saya, istri & anak)berangkat ke Bogor untuk liburan sekolah dan karena saya harus tetap bekerja maka saya hanya menginap satu malam saja di Bogor untuk kemudian kembali ke rumah pada hari Minggu sorenya. Perjalanan Bogor - Bandung terasa sangat lama sekali karena macet, juga banyak bus-bus pariwisata yang melintas di jalur itu untuk mengantar-jemput orang-orang yang sedang liburan sekolah.



Walaupun agak kesel dan capek akhirnya sampai juga ke rumah pada malam hari sekitar jam 7 malam. Sesampainya di depan rumah saya bunyikan klaskon mobil supaya si Rani membukakan pintu pagar, dan tidak lama kemudian dia keluar dengan memakai daster yang saya belikan dan dimata saya malam itu si Rani nampak lebih seger. Pada saat mobil sudah saya parkir di dalam teras rumah saya mencium bau wangi, sepertinya ini bau parfumnya Rani.

Walaupun agak kesel dan capek akhirnya sampai juga ke rumah pada malam hari sekitar jam 7 malam. Sesampainya di depan rumah saya bunyikan klaskon mobil supaya si Rani membukakan pintu pagar, dan tidak lama kemudian dia keluar dengan memakai daster yang saya belikan dan dimata saya malam itu si Rani nampak lebih seger. Pada saat mobil sudah saya parkir di dalam teras rumah saya mencium bau wangi, sepertinya ini bau parfumnya Rani.

Singkat cerita saya pun sudah selesai membersihkan badan dan menuju ke meja makan untuk menyantap makan malam yang telah disiapkan sama si Rani, saya pun menyantapnya dengan penuh semangat, maklum lapeeer.

Selesai makan saya istirahat di ruang keluarga untuk nonton acara tv. Sedang asyik-asyiknya saya nonton, datanglah otak mesum saya untuk memancing si Rani, dan saya pun atur strategi untuk minta tolong dipijat sama si Rani, maka saya panggillah dia,

“Ran.. tolong kesini”

“”Iya pak” jawabnya.

“Tolong pijitin pundak saya dong… kamu bisa kan?” Tanya saya sambil pura-pura cuek.

Dia pun menjawab, “Iya pak, bisa.. Dipijitnya mau pakai minyak apa.?” tanyanya.

“Kalau bisa sih pakai minyak kayu putih campur minyak goreng aja” jawab saya dengan santai.

Maka dia pun berjalan ke kotak obat untuk mengambil minyak kayu putih, terus ngeluyur ke dapur untuk ambil minyak goreng. Setelah itu dia mendekati saya dan bertanya,

“Mau dipijit dimana pak?”

“Disini saja (Diruang keluarga)” jawab saya.

“Tapi tolong diperiksa dulu pintunya udah ditutup apa belum” kata saya ke dia dan diapun memeriksanya.

“Sudah pak” jawab Rani.

Saya pun sudah tengkurap di depan tv seperti orang yang sudah siap untuk dipijat. Si Rani juga sudah siap memijat di belakang saya. Pada saat dia mulai membalur minyak-minyak tersebut di badan sudah mulai terasa darah ini naik tapi masih tetap saya tahan, dan ternyata tangan si hitam manis ini memang bisa diandalkan untuk memijat, tapi disamping itu saya coba curi-curi pandang ke wajahnya yang manis itu dan wangi parfumnya itu masih saja tercium di hidung saya sampai-sampai si otong saya sudah mulai naik menegang. Tapi untuk memecah keheningan saya coba ngobrol sama dia ngalor-ngidul sampai akhirnya tertuju kepada dia yang masih belum punya pacar.

Disinilah saya coba untuk agak berani memegang tangannya yang mungil itu dan dia pun tidak menolaknya, dia hanya bilang,

“Jangan pak… nanti ada yang lihat”

Tapi saya tidak peduli dengan omongannya, dan bahkan membuat saya semakin bersemangat.

“Gak apa-apa kok Ran.. disinikan Cuma ada kamu sama saya aja.. kan si teteh lagi di Bogor”

Birahi setan saya rupanya sudah tidak bisa terkendali lagi, maka saya pun langsung mencium jari-jarinya terus berlanjut ke tangannya terus keatas dan akhirnya saya cium bibirnya. Dia diam saja tanpa ada penolakan seperti waktu tadi pertama saya pegang tangannya. Maklum Orang belum pernah dicium sama cowok bibirnya agak gemetaran dan masih kaku. Saya pun coba membimbingnya dengan sabar sampai akhirnya dia mulai bisa mengimbangi serangan bibirnya. Saya masukkan lidah kedalam mulutnya dan saya permainkan sampai dia mulai benar-benar pasrah, bahkan dia mencoba membalas serangan bibir saya yang memiliki kumis tipis yang membuat semua mantan cewek-cewek saya dulu pasrah kalau sudah kena ciuman maut saya ini.



Tidak hanya sampai disitu saja, setelah dia pasrah maka saya pun sudah mulai berani lagi bergerilya di kedua bukit kembarnya yang masih sangat ranum. Dari luar dengan lemah lembut saya usap-usap berulang kali sampai terasa kalau putingnya sudah mulai menonjol karena birahinya yang naik, dan karena dia makin pasrah saya pun serang dia lagi ke bagian lehernya saya cium dengan penuh nafsu sampai dia mulai tersengal-sengal nafasnya menahan gejolak jiwa. Tidak hanya disitu, saya pun sudah memasukkan tangan saya ke balik BH-nya yang berukuran 34, dan dia pun membiarkannya.

Tangan saya pun mulai bergerilya lagi, mengangkat daster yang dipakainya sampai hanya tersisa BH & CD yang berwarna pink, warna ini adalah warna Favorit saya dan selalu membuat saya bernafsu kalau cewek memakai pakaian dalam dengan warna ini. Tanpa buang-buang waktu lagi saya langsung mengusap vaginanya dari luar CD-nya yang sudah mulai basah. Saya putar-putar terus berulang kali, sampai-sampai keluarlah omongan dari mulut si Rani,

“Pak... ampun.. Pak… Rani gak tahan… geli banget… ooh… ooh… ooh… ampun Pak… ooohh…”

Saya bukannya kasihan tapi malah makin bernafsu aja. Saya turunkan cdnya sampai terlihatlah memek perawan yang sudah basah oleh cairan kenikmatan itu, dan tanpa ampun lagi saya mengobel-ngobel memeknya dengan penuh perasaan dan kelembutan sampai akhirnya kepala Rani bergerak tidak beraturan kekiri kekanan sampai meracau.

“Aaah… Pak… aahhh pak… Rani kok mau pipis nih… aah…”

Jari ini malah semakin gencar memainkannya sambil berkata ke Rani,

“Tenang Ran… kamu pipisin aja biar enak…


Dan tidak lama kemudian dia pun mengeluarkan cairan keninkmatan, seerrr… seerrrr… seerrr… dengan derasnya membasahi jari-jari saya sambil mengapitkan kedua belah pahanya sampai-sampai tangan saya tidak bisa ditarik, berada diantara kedua pahanya yang hitam manis.

Rani terpejam setelah merasakan kenikmatan yang tidak ada duanya keluar dari vagina perawannya. Saya pun tidak tinggal diam saja melihat kepasrahannya, maka dengan cekatannya saya melumat kembali bibirnya sambil mengusap-usap dua bukit kembarnya yang sudah tanpa BH lagi. Tidak lama saya menikmati bibirnya lalu turun ke leher dan terus saya sapu dengan lidah menuju ke bukit kembarnya, dia pun sudah pasrah tanpa daya ketika bibir saya mulai melumat putingnya yang masih ranum dan mulai mengeras karena terangsang oleh permainan bibir yang berkumis tipis ini. Dia hanya meracau.



“Pak… jangan Pak… saya takut ada yang lihat… aaah… ooh… aah.. ohh…”

“Tenang aja Ran, teteh ga ada kok… Aduh Ran… nikmat banget susu kamu… segeerrr”

Saya dengan nafsunya melumat payudara si Rani, saya permainkan lidah saya ini diatas pentilnya beberapa kali, dan sedikit saya gigit kecil, dia pun menjerit manja.

“Ooohh… aah… ampun Pak… Rani gak tahan mau pipis lagi… aaaahhh…”

Saya pun semakin ganas memainkan lidah saya mengemut bak anak yang lagi nenen sama ibunya dan Rani pun semakin tidak karuan gerakannya, dan akhirnya dia orgasme untuk yang kedua kalinya sambil berkata,

“Aaahh… ahh… Rani mau… pipis… lagi… aah…aaahhh… enak…”

Puas juga rasanya sudah bikin perawan kampung meerasakan kenikmatan yang luar biasa, maka tanpa pikir panjang lagi saya buka CD yang dari tadi sudah keras torpedo di dalamnya, dan menyodorkannya ke mulut dia yang lagi digigit sambil meerasakan sisa-sisa kenikmatan. Memang sih dia agak kaget,

“Iiiii… ini apaan pak kok di deketin ke mulut Rani…???” kata Rani.

“Tenang Ran, coba kamu jilatin aja nanti juga kamu bisa ngerasain enaknya…” rayu saya ke dia.

Akhirnya saya paksakan untuk dikulum kemulutnya sambil saya bilang,

“Kamu harus coba dulu… anggap aja kamu makan es krim, caranya kamu jilatin dulu ujungnya, terus kamu sedot-sedot, terus kamu kulum pake lidah…” dan diapun mau juga mencobanya walaupun agak jijik juga ragu.

Awalnya memang agak kasar dia memainkannya, tapi saya coba sambil mengusap-usap rambutnya yang hitam terus turun ke lehernya untuk merangsang dia. Dan ternyata berhasil, dia pun mulai bisa memainkannya.

“Rani… terus diisap… terus… enaaak Ran, mainin lidahnya… Ran… terus… keluar masukin dari mulut kamu…”

“Wow… enaakkk banget… kamu mulai pinter nih…” puji saya ke dia.

Saya sudah mulai terangsang dengan permainannya, saya dorong dia ke ujung sofa dan saya coba mencari selangkangannya. Setelah saya dapatkan, maka saya mencari memek perawan yang ada diantara kedua selangkangannya, lalu saya jilatin dengan penuh nafsu. Dia agak kaget juga waktu saya mulai menjilati memeknya yang sudah basah dari tadi dan sempat menolak.

“Pak… jangan Pak… Rani malu… tadi kan abis kencing, nanti bau lho…” katanya sambil meracau.

“Ooh… aah… ooh... aah… Pak jangan…” katanya sambil menutupi memeknya dengan kedua pahanya yang hitam manis, dan dengan sedikit paksaan saya buka pahanya lalu menyerangnya lagi dengan jilatan-jilatan kenikmatan.

“Ooh… oh… aachh…” desahnya.

Saya masukkan lidah saya kedalam memeknya dan tampak jelas klitorisnya yang memerah serta tercium bau khas memek perawan kampung yang membuat siapapun yang menciumnya pengen ngerasain juga. Dan setelah saya terus memainkannya dia pun akhirnya pasrah dan tidak ada lagi penolakan, bahkan dia makin pintar lagi memainkan penis saya didalam mulutnya. Permainan 69 sembilan itu berjalan sekitar 15 menit sampai akhirnya kedua pahanya menjepit kepala saya sebagai tanda kalau dia mau keluar lagi, dan saya bilang ke dia,

“Rani… ooh… tolong jangan dikeluarin dulu… honey… please…”

Tapi rupanya dia sudah gak tahan lagi, maka keluarlah cairan kenikmatan itu lagi, dan…

“Aaachh… Rani… pipis lagi… nih… Pak… Bapak nakal sih…”

Terlihat di wajahnya yang memerah karena menikmatinya dan karena dia sudah keluar untuk ke 3 kalinya sedangkan saya belum keluar, maka saya paksa dia untuk mengulum penis saya dengan segala kemampuannya. Dan setelah berjalan sekitar 5 menit dimainkan oleh bibir mungilnya itu, akhirnya saya pun hampir sampai keluar dan sengaja saya tidak bilang ke Rani kalau saya mau keluar.

“Ooh… ohh… enaaak… Ran… kamu sudah pinter… ooohh… enak banget”

Dan akhirnya… crooott… croottt… croottt…
muncrat juga sperma dari penis saya yang ada dalam mulutnya, dan pada saat keluar itu saya tahan kepalanya Rani supaya tetap mengulum penis saya, dan alhasil dia pun menelan semua sperma yang keluar bahkan sampai keluar luber dari mulutnya. Dia hanya diam dan menatap saya dengan sendu sambil berkata,

“Eeeh... bapak jahat sama Rani… kok ga dibilangin kalo mau pipis… Rani jadi minum air pipis bapak nih…”

Dasar perawan kampung, dengan polosnya dia tanya ke saya,

“Pak… kok air pipisnya kentel yah… trus agak asin lagi… Rani takut pak…”

Dasar perawan kampung pake tanya segala lagi, gerutu saya dalam hati. Setelah saya keluar saya minta Rani untuk membersihkannya dan dia saya ajak ke kamar mandi untuk sama-sama membersihkannya di kamar mandi yang ada di kamar saya dan dia pun saya gandeng ke kamar dengan sama-sama kami telanjang bulat.

Setelah kami saling membersihkan badan di kamar mandi dalam kamar saya, saya gandeng dia untuk sama-sama berdiri didepan kaca lemari pakaian yang cukup tinggi agar dia bisa lihat saya dan dia sedang berbugil ria dan sambil saya dekap dia dengan mesranya dengan diiringi rabaan-rabaan nakal tangan saya ke bukit kembarnya yang masih segeeer juga ranum, sedangkan tangan saya yang satunya coba mengobel memeknya dengan lembut. Hal ini sengaja saya lakukan agar dia bisa saya ajak lebih lanjut lagi.

Ternyata siasat saya membuahkan hasil, dia menggeliat keenakan pentil susunya diusap-usap dan lehernya saya kecup-kecup kecil sambil sesekali saya jilat dengan lidah saya. Siasat itu terus saya jalankan sambil kecupan saya ke sekujur tubuhnya sampai saya berada tepat di bukit kembarnya dan saya ledek dia bak anak kecil yang pengen nenen ke ibunya,

“Say… aku mau nenen dong.. aku haus nih…” tanpa ragu saya serang bukit kembarnya dan dia diam saja sambil meracau.

“Aaahh… ooh... aahhh… enaaaak Pak… gelii… kena kumis bapak… Rani gak kuat berdiri nih…

Dengan perlahan tapi pasti saya ajak dia untuk ditelentangin di atas springbed, dan tanpa susah payah dia pun sudah pasrah telentang tanpa sehelai benagpun di atasnya. Saya mulai dengan menciumi memeknya yang masih perawan itu sambil saya jilati dengan lidah yang pengalaman ini. Baru juga berselang 5 menit saya mainkan lidah saya si Rani sudah mulai basah dan melenguh,



“Aachh… aach… oohhh… terusin Pak… enak banget jilatannya…”

Tidak hanya di situ saja menjilatinya lidah ini terus menelusuri ke bagian duburnya dan diantara keduanya itulah saya pacu menjilatinya lagi.

Rupanya si Rani pun mencapai oragnsmenya untuk yang kesekian kalinya. Dia hanya terdiam dan kami pun lunglai berduaan diatas springbed telanjang bulat setelah bergelut dengan birahi selama kurang lebih 3 jam. Si Rani saya belai rambut hitamnya dengan mesra, saya cium pipinya dan saya kulum sebentar bibirnya, sebagi tanda terima kasih. Tidak terlihat di wajahnya rasa penyesalan sedikitpun, bahkan sepertinya dia mau mengulang lagi pertempuran malam itu.

Maka sejak saat itu apabila ada kesempatan untuk ML sama dia selalu kami lakukan kapan saja dan dimana saja tidak mengenal tempat dan waktu, sampai akhirnya dia pulang ke kampunya karena dipanggil sama orangtuanya untuk kawin, dan sejak itu saya tidak pernah ketemu lagi sama dia. Oh… sungguh pengalaman yang sangat nikmat.

Semoga Cerita Dewasa yang  Cerita69.org bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih... Salam Crot ( Cerita69.org )
Share:

Neng Lia Membuat Spermaku Hampir Habis

 Awal cerita kejadian dua tahun yang lalu yaitu tepatnya 2013. Nama ku neng lia suami ku irfan yang sama2 dari Bogor punya anak satu yudi namanya pindah kontrakan ke jakarta timur karna irfan suami ku dapat borongan proyek perumahan di sana.tinggallah aku dengan anak ku simata wayang berdua.

Kami ngontrak di kawasan dekat industri jadi agak ramai kalau malam hari karna karyawan pabrik memang pada kerja siang hari jarang di sipe.kontrakan yang berhadapan sekitar dua pulih pintuan berpenghuni kebanyakan sudah keluarga.suamiku tidak kwatir meninggalkan aku dan anak sendiri berminggu minggu paling dia pulang setor kebutuhan sehari2 dan penyaluran sekejap.namun justru dengan jarangnya pulang suami membuat aku gak kerasan di kontrakan apalagi di kontrakan g ada hiburan TV.



Maklum hasil proyek suami ku pas pasan.kalau anak pengen nonton terpaksa nimpang tetangga sebelah.ada seorang tetangga yang istrinya lagi pulang kampung namanya jono dia orang sumatra putih kuning langsat badannya tegap karna memang dia Security yang jadwal kerja kadang malam kadang siang.

Tak terasa seminggu kami tinggal di kontrakan dan empat hari sudah suami ku gak pulang karna desakan proyek yg harus di selesaikan.mas jono orangnya baek sama anak saya kalau pulang kerja selalu dibeliin jajanan.hingga anak ku sangat dekat dengan nya kalau nonton Tv dirumahnya sering anakku ketiduran.. tinggallah aku dan jono yang nonton sampai larut.aku pun sudah biasa saling ledek sama jono karna pasangan kami berjauhan.

Neng biasanya kalau malam malam gini orang2 terbuai di pelukan suami atau istri seperti tetangga kita malah asik nonton hahaha tiba2 jono ngomong gitu.emang kenapa mas …? mas kangen pelukan ya cetus ku.ya neng sayang istri lagi dikampung.. terpaksa nampung jadi dodol dulu.

Iiihh mas jono nakal.. hehehe kan normal neng.. normal pa normal ledek ku.lengan ku di colek mesra seeeeerrr…rasanya nyaman sekali kupandang muka jono agak merah padam… tiba tiba pundak ku dirangkul mas jono pelan tapi pasti aku diciumnya .. mungkin aku memang naksir sama dia atau memang sudah empat hari gak di jamah suami sehingga aku biarkan bibirku dilumat jono ..



Dengan diam nya aku mas jono tambah nekat tangannya merayap ke selanggkangan ku sengaja ku buka paha lebar lebar memberi peluang buat mas jono.. tiba tiba nas jono berdiri aku agak heran ko tanggung banget sampai di sini..ternyata mas jono menutup pintu yg memang tidak ditutup… aku cekikikan hampir saja mas ada hansip lewat… kalau gak kita di arakluu… ya neng sih… gak kontrol…

Neng pindah dalam yuk tangan ku ditariknya kedalam kamarsambil dipeluk nya bibir ku di lumat dan tangannya jono meremas bukit kembarku yang sudah mengeras dirangsang dari tadi.”aahhgg… mas….eeeenak…mas puasin aku mas isilah kesepian kita..hmmmm…aagghhh rasanya neng mau pinsan sicumbu mas jono… ya …neng sabar malam ini kita maen sepuas puasnya.. yam ..mas

Baju neng dilepas satu persatu sanpai tinggal Bh dan CD saja neng pun tak tinggal diam melepas pakaian kaos dan celenanya mas jono perkulatan tambah seru selirih badan neng dijilatin dari bibir turun ke dau bkit neng dan terus kebawah menuju selanggkangan nen..aaahhhggg maaaas…. neng memekik saat lidah jono menemukan itil neng dan mencolok colok liang kawin neng… sampai neng kenlingsatan mencapai puncak yang pertama… mas jono jago ….curang aku kebobolan duluan..neng gengsi rasanya sampai dia nekat membalik tubuh jono kebawah…kuat juga ni perempuan bati jono..nikmatilah mas dendam ku cekatan penis jono di gengam neng dijilati dikocok dan disedot sedot biji penisnya tapi jono hanya menikmati sambil tangan nya meremas bukit kembar neng…sudah 10 menitan batang pelir mas jono di kerjain belum ada tanda2 orgasme…

Mas kuat banget siiih minum jamu ya .. gak ko nen sengaja pengen lama biar neng puas.. jono membalik tubuhnya hingga posisi 69 sama neng.. memek neng di limat abis dengan kasr membuat neng mau bobol lagi tp di tahan nya demi gengsi..aahhgg… mas .. cepatan mas masukin mas,,, neng mengangkang mempersilahkan jono mehujam memeknya..cepat..mas gak tahan lagiii… digenggamnya penis jono ditarik menujuliang kawingnya… aduuuh sakiit neng.. teriak jono ternyata jembutnya ketarik juga.. buru mas jangan siksa neng seperti ini ,,, jono mengikuti kemauan nen lia detekan nya pinggul kedepan dengan sabar .neng lia gak sabar ditariknya pinggul jono ke depan selankangan nya hingga peis itu masuk separu..

Neng lia melirik kebawah sambil meliukkan badan membuat sensasi ternikmat buat jono bagan neng lia didekapnya dengan erat pinggulnya di hentakkan ke depan dengan kasar..’aahhgg…nikmaaaatzzzzt ..mas goyangmaaaas.jono lupa akan mengerjain neng dengan caranya sendiri hilang karna merasa penisnya digilas disedoot memex neng lia hingga posisi gak beraturan lagi kadang jono dibawah kadang diatas sambil meliuk liuk memcapai kenikmatan sampai secara berbarengan.. tanta suara lagi kecuali dengusan nafas dan bunyi cipratan kedua kelamin.. maaas…enak say… tanfa sadar neng memanggil sayang ..teruuuus mas puasiiin aaa…ku…aku ..mau keluar lagi..mas uuuhhh,,nikmaaaat… ya neng tunggu mas …mas juga pengeeeen sampee… rupanya neng lia mencapai orgasme kedua berbarengan mas jono..lama jono diam mendekap neng lia sabil mengecup bibir



Makasih ya mas neng belum pernah sepuas ini sama suami……badan mas jono mengendor lepas terguling kesamping…tertidur…pules..

Menjelang subuh neng lia membangunkan mas jono..mas subuh mas ..neng mau pulang tar ada yang liat neng tidur disini.. nas jono bangun dengan bermalas ..ya udah.. sambil mendekap neng lia mas jono meraba memek … jangan mas semalam belum dicuci bau.. bisik neng lia di telinga mas jono. neng lia bangun memakai pakaian luar tanfa BH dan CD lalu keluar meninggalkan mas jono sendiri dikamar.Jam 10 siang mas jono keluar mau nyari makan siang entah kebetulan apa lagi keberuntungan mas jono ketemu neng lia di warteg…e.. mas jono mau beli makan ya kata neng lia sambil mengedipkan mata..ya neng lapar lagi gak ada yang masakin..

Hahaha oya sekalian ni tar mas bayar .. ahh dak usah mas ngerepotin..aja ..gak kok neng sama tetangga harus saling memberi jangan pelit pelit.. ya deh . seusai membayar sayur mereka pulang hampir barengan sengaja mas jono jalan pelan karna ada yang mau disampai kan.. neng tar malam lagi ya.. bisik mas jono. ya kalau suamiku gak pulang ya mas soalnya dah lima hari gak pulang..ya janji ya.. ya mas..  Mas jono memberikan no HP ke neng lia untuk mempermudah hubungan.kalau situasinya aman mas jono kerumah neng lia atau sebalik nya.

Semoga Cerita Dewasa yang  Cerita69.org bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih... Salam Crot ( Cerita69.org )
Share:

Ngentot Dengan Bokap Memang Memuaskan

 Sebagai anak angkat aku harus menjadi anak baik dan patuh pada kedua orang tua angkatku, mereka telah mengangkat aku sejak usiaku 7 tahun. Kini usiaku sudah menginjak 17 tahun, dan masih menjadi bagian dari keluarga angkatku. Meskipun kini mereka telah memiliki anak sendiri, yang baru berusia 5 tahun. Sejak saat itu mama angkatku menjadi lain sikapnya padaku.
Kalau dulu dia begitu baik kini dia berubah, sejak kelahiran anak kandungnya. Tapi aku masih bersyukur karena papa angkatku, papa Dodi begitu baik dan sayang padaku, papa baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang pas ke 40 tahun. Banyak keluarga dan koleganya yang hadir di acara tersebut, papa memang pria yang baik bahkan dia masih terlihat keren.
Banyak juga teman-teman Retno yang suka godain papa, katanya Retno beruntung memiliki papa yang baik dan juga tampan. Mereka tidak tahu kalau aku adalah anak angkatnya, begitu juga Vian pacarku. Dia tidak tahu kalau aku anak angkat, padahal aku pacaran dengannya sejak masuk ke sekolah ini. Berarti sudah hampir 3 tahun kami pacaran bahkan sudah begitu banyak kami melakukan hubungan intim seperti dalam cerita seks.
Karena hal itu sudah biasa di lakukan oleh remaja sepertiku, karena itu aku begitu menyayangi Vian pacarku. Hampir setiap hari kami selalu berduaan di sekolah, dan selalau mencuri waktu untuk melakukan adegan layaknya dalam cerita sex. Sore itu aku pergi ke rumah Vian tanpa sepengetahuannya, pikirku aku ingin memberikan kejutan padanya bahkan aku membawakannya makanan kesukaan dia.
Tapi aku terkejut ketika aku masuk ke kamar Vian. Aku melihatnya sedang bermesraan dengan Gita teman satu kelasku “Viaaan… aapa..apa maksud kalian..” Teriakku dan sempat aku lemparkan makanan ke mukanya “Retnoo.. tunggu biar aku jelasin..” Vian mencoba membujukku, tapi ketika aku melihat lagi ke arah Gita yang sedang merapikan bajunya aku semakin muak.
Karena aku tahu apa yang telah mereka lakukan, dengan cepat aku pergi dari rumah Vian. Yang memang selalu sepi karena kesibukan orang tuanya yang jarang ada di rumah, aku menangis dan terus menangis di dalam taksi yang membawaku pulang, sejak hari itu au tidak lagi tegur sapa dengan Vian. Bahkan ktika dia memaksaku untuk berbicara dengannya di sekolah aku langsung menangis histeris.
Dalam hati aku begitu membenci Vian cowok yang selama ini begitu baik padaku, bahkan aku telah menyerahkan segalanya pada dia. Akupun menjadi jarang keluar rumah, aku tidak lagi sering hang out dengan teman-temanku, walau sebenarnya di rumah akupun selalu di buat pusing oleh mama yang sering marah padaku. Tinggal papa Dodi yang begitu baik padaku.
Hingga pada suatu hari kami di tinggal pergi selama seminggu oleh mama dan juga adikku, mereka ada acara keluarga di luar kota. Tinggal aku dengan papa di rumah, padahal sebelum mama pergi papa sudah tidak enak badan, karena itu dia tidak berangkat kerja dan sudah 3 hari dia tidak bekerja. Aku menjadi kasihan padanya meskipun ada asisten rumah tangga kami.
Tapi aku begitu kasihan melihat papa karena itu aku yang merawatnya hingga diapun lebih segeran setelah 3 hari. Pagi itu aku datang ke kamar papa setelah baru selesai mandi, aku langsung sarapan dan tidak melihat pembantuku aku tahu dia sedang pergi berbelanja di jam seperti sekarang. Dengan langkah gontai aku masuk kedalam kamar papa ternyata dia berada di dalam kamar mandi.
Entah keberanian darimana aku mendekat ke kamar mandinya lalu aku mengintip apa yang dilakukan papa di dalam sana, ternyata papa sedang memainkan senjatanya dengan tangannya sendiri. Akupun merasa kasihan padanya karena aku tahu juga pernah melakukan adegan seperti dalam cerita seks 17 tahun akhirnya akupun merasakan gairahku bangkit dan tanpa malu sedikitpun aku masuk ke dalam kamar mandi papa.
Papa kaget melihatku “Reetno..apa yang kamu lakukan disini..” Aku tidak menjawab pertanyaan papa, tapi aku langsung menghamipirinya lalu akupun duduk dengan wajah pas di depan kontolnya, perlahan tapi pasti aku memegang kontolnya lalu aku kulum dalam mulutku “Jangaaan sayaaang….aaaaaggghhhh..” Awalnya papa menarik tubuhnya tapi begitu aku mainkan kontolnya dalam mulutku.
Diapun berubah terdiam dan menikmati kuluman mulutku “Aaaagaggggghhhh… aaaaggggggghhhhh… sayaaaaaang…. aaaaaggggghhhh..” Dia pejamkan matanya sambil memegang kepalaku, sedangkan aku semkain ayik memainkan kontolnya mulai dari aku kulum sampai aku hisap telornya “Oooouuggggghhh… nikmaaaaat… sayaaaang… aaagggghh… aagggghhhhhhh… aaagggghhh..”.
Papa tidak lagi malu padaku dia sepertinya juga sadar kalau akupun juga bukan darah dagingnya. Kontol papa semakin membesar dan semakin tegak berdiri, diapun membopong tubuhku lalu dia membaringkan aku di tempat tidurnya. Aku segera melepas pakaianku dan meliuk-liukannya agar papa lebuh terangsang lagi melihat lekuk tubuhku yang lebih muda darimama.
Diapun menindihku ketika kontolnya mampu menyusup ke dalam kemaluanku akupun mendesah sambil melingkarkan tangannku pada lehernya “Yaaaccchhhhh… aaaagggghhh… yaaaaacchhh.. paaa… itu..paaaa…. aaagggggghh… aaaaaagggghhhh.. aaaggghh..” Aku mengimbangi goyangan pantat papa, dan dia sepertinya puas dengan hal itu terlihat dia terus menatapku dengan tajam.
Desah nafas papa begitu berat dan membuat akupun keraanjingan “Aaaaaagggghhh…. paaaaa… aaagggghhhh… aaaggggghhh… teruuuuuus… paaaa… ” Senjata papa sungguh begitu besar, beda banget dengan milik Alvin mantan pacarku, papa juga begitu kuat dia terus bergoyang. Tanpa merasa keletihan sedikitpun diapun menciumi wajahku dan aku membalasnya dengan mesra juga.
Hingga kurang dari setengah jam kami bergoyang akhirnya papapun mengerang panjang “OOoouuggggghhh…. aaaggggghh… aaaagggghhh… aaaaaggggghhh… aaaaaaggghh…” Dia menekan lebih dalam kontolnya hingga akupun merasakan lendir kental yang mengalir dalam kemaluanku, aku peluk tubuh papa dan diapun memeluk tubuhku. Kami begitu puas melakukan adegan ranjang ini.
Hingga akhirnya aku segera bangun karena takut sampai ketahuan oleh pembantu yang akan segera datang. Tapi sejak saat itu aku sering melakukannya dengan papa Dodi, dan anehnya aku tidak merasa menyesal sedikitpun bahkan dalam hatiku aku merasa ada perasaan pada papa, seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Aku tidak lagi memikirkan kalau papa adalah orang tua angkatku. http://qqbadut.net/app/Default0.aspx?ref=2322231&lang=id
Share:

Aku Di Keroyok Dua Orang Pemuda Yang Membuatku Lemas

Perkenalkan, namaku Venny, usia 28 tahun, saat ini tinggal di Semarang..Pada kali ini aku akan menceritakan pengalamanku sex dengan dua pria sekaligus. Cerita ini bermula saat ada seorang temanku bernama Ferdy yang sedang berulang tahun mengundangku dan teman-temanku yang lainnya ikut party bersama di sebuah club malam. Aku mulai berangkat dijemput oleh seorang teman bernama Frandy dengan menggunakan Honda Jazz hitam.

Tidak berapa lama, kami pun tiba di tempat yang telah dijanjikan sebelumnya. Kami pun masuk ke room yang sudah di booking oleh Ferdy sebelumnya. Setelah tiba di room yang telah dijanjikan, ternyata sudah ada 5 orang temanku yang lain sudah menunggu sebelum kami datang. Akhirnya kami pun menikmati pestanya, para waitress pun datang sambil membawakan beberapa botol minuman keras dan beberapa piring makanan ringan untuk kami nikmati.



Malam sudah semakin larut dan kami masih terbuai menikmati irama musik DJ dan menikmati minuman keras yang kami minum. Setelah kami lelah berpesta dan malam sudah sangat larut, tidak mungkin aku pulang dalam keadaan mabuk pikirku. Akhirnya kami semua memutuskan untuk beristirahat di sebuah hotel setelah lelah berpesta bersama-sama teman yang lain. Kami akhirnya 7 orang singgah ke sebuah hotel.

Ferdy yang telah berulang tahun, memesan 3 buah kamar hotel untuk kami tempati. masing-masing kamar diisi 2 orang dan 1 kamar lagi diisi 3 orang. Setelah tiba dikamar dengan keadaaan yang sedikit mabuk, tiba-tiba Ferdy yang juga sedang mabuk, memelukku dari belakang sambil mencium belakang leherku dan aku pun seperti tidak ingin lepas dan merasa seperti ada sengatan listrik di sekujur tubuhku. Ferdy semakin bergairah menciumi dan menjamah tubuhku.

Setelah beberapa lama kemudian ada yang datang, dan ternyata adalah Frandy yang telah bugil. Mereka seperti sudah menyusun rencana untuk menjamah tubuhku bersamaan. Entah ada setan apa yang membuat aku tidak menolak saat tubuhku digerayangi mereka secara bersamaan. Mereka berdua semakin asyik menikmati tubuhku yang sedang lemah karena merasa nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Tidak lama kemudian, aku merasa vaginaku sudah malai terasa agak basah serta aku mulai terasa sangat terangsang. Kami pun sama-sama mulai membuka baju yang kami kenakan dan aku merasa sangat menikmati sekali. Mereka memintaku untuk berlutut didepan mereka dan memegang kepalaku serta memasukkan penisnya ke dalam mulutku untuk dikulum secara bergantian. Mereka sambil mendorong penisnya kedalam mulutku.

Setelah itu, aku tidur diatas ranjang dan mereka mulai menjilati vaginaku secara bergantian dengan liar seperti yang dilakukan dalam adegan film porno. Aku pun meminta mereka untuk memasukkan penis mereka ke dalam vaginaku secara bergantian. Ferdy yang memulai duluan untuk measukkan penisnya ke dalam vaginaku, dan penis Frandy dimasukkan ke dalam mulutku, sehingga mulutku terasa penuh oleh penis Frandy.



Malam itu kami benar-benar menikmati sex yang telah kami lakukan 3 orang sekaligus. Setelah beberapa lama, Frandy meminta Ferdy umtuk bergantian untuk memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. Mereka pun bertukar tempat untuk menikmati vaginaku dan aku menikmati penis mereka yang bergantian. Selepas itu, kami mengganti posisi untuk menikmati permainan yang kami lakukan. Kali ini kami menggunakan gaya nungging.

Sekarang aku sambil nungging dihadapan mereka berdua, kemudian mereka kembali menyerang vagina dan mulutku. Aku sangat menikmatinya sekali sampai aku mendesah tidak berhenti meskipun mulutku penuh oleh penis dari mereka. Lalu Ferdy berkata bahwa ia ingin mencapai klimaks dan spermanya akan keluar dan secara spontan aku berkata agar tidak mengeluarkan spermanya di dalam vaginaku.

Ferdy memintaku untuk membuka mulutnya, karena dia ingin mengeluarkan spermanya di dalam mulutku, aku pun seperti tidak bisa menolak permintaannya. Ferdy mulai mengocok penisnya didepan mulutku sambil mulutku dibuka, dan akhirnya spermanya keluar didalam mulutku, sekaligus mengakhiri permainan Ferdy. Namun permainanku dengan Frandy masih belum selesai, dia memintaku untuk tiduran di atas kasur dengan kaki terbuka agar penisnya dapat mudah masuk ke dalam vaginaku.

Frandy mulai menggoyang penisnya di dalam vaginaku dengan irama yang semakin lama, semakin cepat. Kami mulai menaikkan kembali tempo permainan yang tadi sempat terjeda karena Ferdy mengeluarkan spermanya. Aku dan Frandy mulai menikmati kembali dan tidak berapa lama, dia pun mulai ingin mengeluarkan spermanya. Aku pun berkata ke Frandy untuk tidak mengeluarkan spermanya di dalam vaginaku. Dan akhirnya Frandy mengeluarkan spermanya di atas perutku. Dan kami sama-sama kelelahan dan kami sama-sama istirahat.



Tidak terasa kami terbangun siang hari dan kami harus checkout hari itu juga. Akhirnya kami semua pulang ke rumah masing-masing setelah menikmati malam yang melelahkan namun nikmat. Itulah tadi pengalamanku sex dengan dua pria sekaligus menjadi pengalaman pertamaku yang nikmat sekali.

Semoga Cerita Dewasa yang  Cerita69.org bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih... Salam Crot ( Cerita69.org )
Share:

Category2

Popular Posts

Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Stay Connected

My Instagram

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here. This is an optional text area which you can hide or delete from the layout. Its totally dependent upon you if you want this text area or not.

Beauty

agen poker terpercaya
agen poker terpercaya

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.